Versi LSI YM Tertinggi Di Angka 76 Sebagai Cabup Lahat.

Umarlee111
Img 20240602 Wa0031

Mmcnews, Sriwijaya Lahat : 02 Juni 2024

Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang dlakukan sejak tanggal 18 Mei hingga 26 Mei 2024, tingkat awareness (Kesadaran)warga tentang akan diadakannya pemilihan langsung Bupati pada November 2024 cukup tinggi, yakni di 57.3%.

Selama itu, LSI merilis, pada simulasi Top Of Mind, Yulius Maulana paling banyak disebut 26.7%, Cik Ujang 14.9%, Bursah Zarnubi 6.8%, Lidyawati 4.1%, nama lain lebih rendah. Belum menentukan pilihan 42.4%.

Selanjutnya di simulasi semi terbuka 27 nama, Yulius Maulana paling banyak dipilih 36.6%, kemudian Cik Ujang 25.7%, nama lain jauh lebih rendah. Belum menentukan pilihan 7.3%.

Pada simulasi 11 nama hingga head to head, Yulius Maulana memiliki dukungan yang paling tinggi, setelah semakin dikerucutkan, dukungan pada Yulius Maulana semakin dominan.

Popularitas merupakan hal mendasar dalam politik elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Populer juga belum tentu dipilih jika ada calon lain yang lebih disukai. Oleh karena itu populer saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif.

Sementara ini, Yulius Maulana sudah dikenal 82.2% warga dan disukai oleh 76.0% dari yang mengenal namanya. Nilai rata-rata citra personal Yulius Maulana juga lebih tinggi dibanding nama lainnya

LSI menggambarkan, Pilkada Lahat sekitar 6 bulan lagi, kandidat yang berhasil menjangkau paling banyak pemilih dalam sisa waktu ke depanlah yang paling berpotensi memenangkan pilkada di Lahat.

Atribut luar ruang akan sangat efektif untuk meningkatkan popularitas, sejauh ini kegiatan sosialisasi belum banyak dilakukan oleh calon.

Alat peraga sebagai calon Bupati Kabupaten Lahat harus tetap dikerahkan secara masif untuk menjaga popularitas dari kandidat, utamakan wilayah dengan komposisi massa mengambang paling besar.

Namun demikian, mengunjungi pemilih akan menjadi magnet yang sangat kuat agar warga mau memilih seorang calon. Tokoh-tokoh masyarakat dari tiap kelompok sosial dan keagamaan harus bisa diidentifikasi dan didekati, harus ada tim khusus yang bertanggung jawab dalam sosialisasi pesan kepada publik, baik secara terbuka maupun melalui jaringan sosial yang ada di tiap wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *