mmcsriwijaya || Lahat
Erlita (36 tahun) Kades Batu Niding Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat menjadi Korban Penganiayaan, diduga dilakukan oleh Sdr.MA (65 tahun) asal desa padu raksa, oknum MA diduga Masih keluarga dari H.Rais Kades Padu Raksa kecamatan Kikim timur, Penganiayaan terjadi pada selasa 13 September 2022 sekira pukul 11.30 WIB, lokasi penganiayaan Didepan teras rumah Kades Padu Raksa.
Kejadian berawal saat Korban mendatangi kediaman Kades Padu Raksa yang bertujuan akan meminta tanda tangan Kades Padu Raksa namun usahanya tidak membuahkan hasil hal ini sudah dilakukan berulang kali hingga Korban merasa tidak ada pelayanan yang baik dari Pihak Kades dimana menurut korban Kades Padu Raksa selalu tidak berada di rumah.
Kejadian yang dialami oleh korban diduga dilakukan oleh pelaku (Ma),diduga saat itu pelaku turut mencampuri urusan padahal Pelaku bukanlah Orang yang bersangkutan, sebelumnya terjadi cekcok mulut antara korban dengan pelaku sehingga berahir dengan adanya penganiayaan terhadap korban.
Atas kejadian tersebut korban mengalami sejumlah luka lebam dan memar akibat penganiayaan sehingga korban sempat mendapat perawatan medis RS.DKT Kabupaten Lahat, nampak pada wajah sebelah kiri terdapat luka lebam dan korban sempat menderita, muntah,pusing dan kondisi badan menjadi Demam
Atas tindakan yang dialami akhirnya dihari yang sama korban sekira pukul 13.00 WIB melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kikim timur. LP.B/IX/2022/Sumsel/Res Lahat /Sek Kim Tim yang diterima Kapolsek Kikim Timur melalui BA SPK IIB an.Briptu Marwansyah.SE
Sementara Nata Biro Hiri Aktifis DPC LSM BAKKIN menanggapi adanya peristiwa tragis dimana seorang perempuan telah di duga dianiaya oleh laki laki pelaku (MA) dengan kekerasan berakibat menderita Luka lebam di ketahui perbuatan Pelaku sudah melanggar KUHPid Penganiayaan dan pelaku harus dijerat Undang undang PPA NO.23 Tahun 2002 dan KUHP pasal (352 Tentang Penganiayaan) dengan ancaman Pidana selama 5 Tambah ditambah sepertiga Tuntutan .
Serta mendesak kepada pihak yang berwenang agar segera melakukan tindakan penahan terhadap pelaku dimana diduga dihatirkan akan melakukan perbuatan kembali terhadap korban dan akan dikhatirkan akan melarikan diri pelaku sudah di anggap meresahkan pihak keluarga korban.
Sementara Kapolsek Kikim Timur AKP Romli Usman saat dimintai keterangan konfirmasi terkait kejadian diatas melalui Via WA tidak ada jawaban untuk menegaskan adanya pristiwa penganiayaan (Mar)